Anak Rantau Penikmat Senja

Orang biasa yang masih terus belajar dan melatih syukur

Monday, 14 September 2015

Praktek Keterampilan Mengajar (PKM) proses pembentukan karakter seorang guru


Bila kasih itu bisa diterima, maka dengan sepenuh hati kami berikan
Bila syukur itu bisa diceritakan, maka setulus jiwa kami doakan
Karena kasih adalah tanda akan kebaikan
Karena syukur adalah bagian dari penghargaan

Terimalah kasih kami,
Untuk semua pihak terkait
Selaku pihak yang mengemban amanah atas proses pendidikan kami menjadi benih-benih pendidik yang baru, yang diharapkan oleh bangsa menjadi pembawa pelita pembaharuan dan perbaikan
Dan selayaknya amanah selalu ditanggung dengan penuh perhatian karena setiap detailnya akan menjadi sebuah pembahasan.

Inilah cerita syukur tentang sebuah proses utuh perjuangan
Karena tiap amalan selalu mendapat porsi yang tepat bila ingin ditimbang
Ketika kasih telah diterima, maka maaf pun datang menyertai
Karena ibaratnya hujan di tengah siang, manusia tak lepas dari kesalahan

***
Beberapa kata yang sebenarnya tak akan mewakili rasa syukur kami atas segala proses yang kami lewati, terimakasih kepada suka, duka, luka, tawa bahkan tangis yang sudah menyempatkan untuk hadir. Semua proses ini tak akan menjadi berwarna tanpa kalian J

PKM Praktek Keterampilan Mengajar, bahkan dari awal sampai akhir pun kami masih saja memperdebatkan kepanjangan dari singkatan ini. Entah apa penyebabnya tapi memang itu kenyataannya.
Gaes, boleh sedikit bercerita tentang kisahku di masa PKM ini.
Ada yang salah saat akhirnya aku memulainya, sudah terlalu banyak statement menyeramkan yang akhirnya membentuk mindset negatif di dalam pikiranku, bahkan di alam bawah sadar. Bagaimana efek mindset negatif itu? Bagaimana perasaan aneh selalu muncul pada hari minggu, disaat aku harus kembali bertemu senin, waktu untuk datang lagi ke sekolah. Bagaimana deg degan luar biasa tak pernah berhenti sampai hari rabu pun berlalu, jadwal ngajar.
Secara pribadi, aku tidak begitu kerasan berada lama- lama di sekolah, why? Karena di sekolah, aku tidak bisa leluasa bersikap, karena disini bukan banyak mata memandang, tetapi banyak sekali mata yang menilai. Kewibawaan yang harus dijaga, senyum yang selalu diumbarkan, anggukan- anggukan tanda patuh yang harus mulai dibiasakan.
Tapi dibalik itu aku tetap berterimakasih kepada semuanya, karena kondisi seperti itulah yang memaksa mengajarkanku untuk semakin bersikap dewasa dan membentuk kepribadian yang semakin matang.
Guru pahlawan tanpa tanda jasa- pepatah yang tak pernah hilang dimakan zaman- ya Aku sedang berproses menjadi bagian dari mereka. Doakan aku, doakan kami yang sedang berproses. Hei kalian calon murid kami, doakan kami agar saat kami bertemu kalian, kami sudah semakin siap!
Check it out gaes, ada apa aja yang akhirnya kita alami dalam proses ini?
Pertama, what do you prefer? Lebih takut ngecewain orang lain, atau ngecewain diri sendiri? Dulu waktu pertama kali ditanyain kayak gini, aku dengan Pdnya ngejawab kalau aku lebih takut ngecewain diri sendiri, karena aku gak bakal bisa ngebayangin gimana sakitnya kecewa sama diri sendiri.
Tapi semuanya dinamis, entah karena aku yang labil atau memang benar waktu bisa ngerubah semua jawaban yang pernah kita keluarin. hahahaha
Tes tes tes
Bagaimna perasaan kamu disaat kita sudah rela begadang, mengeluarkan dana tak terhitung namun akhirnya sia- sia?
Bagaimana perasaan kamu disaat media yang sudah kamu persiapkan ternyata tidak berguna?
Dan pada akhirnya...
Bagaimana perasaan kamu disaat murid kita sendiri tidak bisa menerima kita dikelas?
What I have to do???
Sudahi saja! hahahaha
Itu tindakan kekanak kanakan yang spontan muncul. Tapi memang begitu, bahkan kejadian kejadian itu sempat mendorongku untuk mundur saja dari guru.
***
2 SKS tapi cukup memakan hati dan waktu hahahaha
Ya memang begitu, tapi semuanya hebat! Memunculkan perasaan yang dulu tidak pernah ada! Perasaan, naluri seorang guru!
Ya,, apa perasaan kamu disaat pulang mengajar, dan ketika kamu naik angkutan umum dan tak lama muridmu datang mengamen?
Apa perasaan kamu disaat melihat muridmu pergi lomba?
Apa perasaan kamu disaat melihat muridmu bercerita tentang lomba yang dia ikuti dengan mata berbinar- binar?
Apa perasaan kamu disaat pada akhirnya muridmu ingin belajar?
Apa perasaan kamu disaat akhirnya muridmu mencium tangan takzim dan berterimakasih?
*melelehrasanya*
Hai calon guru *nunjukdirisendiri*
Dulu kita juga duduk di tempat mereka, mungkin dulu kita juga seperti mereka
Dan sekarang Allah mengizinkan kita untuk merasakan apa yang guru kita rasakan
Intropeksi diri yuk J karma itu kadang berlaku...
TIPS MEMULAI PKM/ PPL/ PKL:
1.      KOSONGKAN PIKIRAN
2.      BENTUK MINDSET POSITIF
3.      HUSNUZHAN
4.      LAKUKAN YANG TERBAIK
5.      JALANI SAJA, USAHA TIDAK PERNAH MENGHIANATI HASIL J


No comments:

Post a Comment